MENERIMA PEKERJAAN INTERIOR DESIGN , KONSULTASI , 
ACOUSTIC TREATMENT & SOUNDPROOFING :

HOME THEATER, MUSIC STUDIO, KARAOKE ROOM, CONCERT HALL, BALL ROOM, AULA, MEETING ROOM, RADIO STATION, MUSIC SCHOOL,  HALL ROOM, AUDITORIUM, TEMPAT IBADAH, RUANG KEDAP SUARA, ETC.


                         5 PRINSIP DASAR INSULASI SUARA ATAU SOUNDPROOFING _______________________________________________________________________________________________________________________________

Bila anda membangun sebuah ruangan yang  digunakan untuk  aktifitas yang berkaitan dengan suara, misalnya  Home Theater dan studio ataupun ruang rapat/konferensi dan ruang konser, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yang pertama adalah bagaimana membuat ruangan terisolasi secara akustik  dari lingkungan sekitarnya  dan yang kedua bagaimana mengkondisikan  ruangan  agar berkinerja  sesuai dengan fungsinya. Hal pertama sering disebut sebagai insulasi (membuat ruangan kedap suara atau soundproof), sedangkan yang kedua adalah pengendalian medan akustik  rua-ngan. Kedua hal  ini  seringkali tertukar balik  bahkan tercampur-campur  dalam penyebutannya, sehingga tidak  jarang  orang  menyebut mineral wool atau glasswool misalnya sebagai bahan kedap suara, dimana seharusnya adalah bahan penyerap suara.Bila pernyataan mineral wool /glasswool adalah bahan kedap suara benar, bisa dibayangkan apa yang terjadi bila dinding ruang hanya terbuat dari  bahan mineral wool / glasswool saja. Alih-alih ingin menghalangi suara tidak keluar ruangan, yang terjadi adalah suara keluar ruangan dengan bebasnya.   Apa yang  harus kita lakukan apabila kita ingin membuat ruangan yang terisolasi secara akustik  dari lingkungannya atau dalam  bahasa sehari-hari ruangan yang kedap suara. Ada lima prinsip yang harus  diperhatikan.agar suara system tata suara kita  (yang terkadang dibeli dengan dana yang tidak sedikit)  dapat dibunyikan sesuai dengan keinginan kita tanpa harus mendapatkan response (dari tetangga ataupun keluarga kita sendi-ri) “ berisik, tolong kecilkan donk” atau bahkan dilempari batu…:)..

Lima prinsip dasar itu adalah :


1. Massa

2.Dekopling Mekanik atau isolasi mekanik

3.Absorpsi atau penyerapan suara

4.Resonansi

5.Konduksi

 

Prinsip 1: Massa


Prinsip massa ini berkaitan dengan perilaku suara sebagai gelombang. Apabila gelombang suara menumbuk suatu permukaan, maka dia akan menggetarkan permukaan ini. Semakin ringan permukaan, tentu saja semakin mudah digetarkan oleh gelombang suara dan sebaliknya, seperti

 halnya kalo anda mendorong troley kosong akan lebih ringan dibandingkan mendorong troley yang terisi  penuh dengan  batu bata. Tentu saja

untuk membuat perubahan besar pada kinerja insulasi, perlu perubahan massa yang besar pula. Secara teoritis, dengan menggandakan massa dinding kita (tanpa rongga udara), akan  meningkatkan  kinerja insulasi sebesar 6 dB. Misalnya  anda punya dinding  drywall  gypsum dengan

single stud, maka setiap penambahan layer gypsum akan memberikan tambahan insulasi 4-5 dB.

                                                                                                                                                                                                                       

Prinsip 2: Dekopling Mekanik


 Prinsip dekopling ini adalah prinsip yang paling umum dikenal dalam konsep insulasi.Sound clips, resilient channel, staggered stud,dan double

stud adalah beberap contoh aplikasinya. Pada prinsipnya dekopling mekanik dilakukan untuk menghalangi suara merambat dalam dinding,atau menghalangi getaran merambat dari  permukaan  dinding ke  permukaan yang lain.Energi suara/getaran akan “hilang” oleh material lain atau udara yang ada diantara 2 permukaan. Yang seringkali  dilupakan, dekopling mekanik ini merupakan  fungsi  dari  frekuensi suara,karena pada

saat kita membuat dekopling, kita menciptakan system resonansi., sehingga system dinding hanya akan  bekerja jauh diatas  frekuensi resonansi

itu. Insulasi akan buruk  kinerjanya pada frekuensi dibawah ½ oktaf  frekuensi r esonansi. Jika anda bisa  mengendalikan  resonansi ini  dengan benar, maka insulasi frekuensi rendah (yang merupakan problem utama dalam proses insulasi) akan dapat dicapai dengan baik.


Prinsip 3: Absorpsi atau penyerapan energi suara


Penggunaan bahan penyerap suara dengan  cara disisipkan dalam system dinding  insulasi akan  meningkatkan  kinerja insulasi, karena energi

suara yang merambat melewati bahan penyerap akan diubah menjadi energi panas (utk menggetarkan partikel udara yang terperangkap dalam

pori2 bahan penyerap. Bahan penyerap ini juga akan  menurunkan frekuensi  resonansi  system partisi/dinding yang  di dekopling.  (Pernahkah

anda mencoba meletakkan mineral wool/glasswool didepan center loudspeaker system Home Theater anda? Coba bandingkan bila  anda  letak-

kan di depan subwoofer anda?)

Setelah anda mencoba, maka anda akan memahami, bahwa insulasi atau soundproofing tidak ditentukan semata oleh bahan penyerap apa yang diisikan dalam dinding anda. Jika anda menggunakan dinding sandwich konvensional (kedua permukaan  dihubungkan  oleh stud )dan  anda isi 

celah diantaranya dengan bahan penyerap suara, suara  akan tetap dapat lewat melalui  stud tanpa harus  melalui bahan  penyerap suara. Jadi

bahan penyerap hanya akan efektif bila ada dekopling.


Prinsip 4: Resonansi
 


Prinsip ini bekerja bertentangan dengan prinsip 1, 2, dan 3, karena resonansi bersifat memudahkan terjadinya getaran. Bila getaran terjadi pada frekuensi yang sama dengan frekuensi resonansi system dinding anda, maka energi suara akan dengan mudah menembus dinding anda (seberapa tebal dan beratpun dinding anda). Ada 2 cara untuk mengendalikan resonansi ini:

Redam resonansinya, sehingga amplituda energi yang sampai sisi lain dinding akan sangat berkurang. Anda dapat menggunakan visco-elastic damping compund, tapi jangan gunakan Mass Loaded Vinyl.
Tekan frekuensi resonansi serendah mungkin dengan prinsip 1, 2 dan 3.

                                                                                                                                                                                                                       

Prinsip 5: Konduksi


Ingat bahwa suara adalah gelombang mekanik, sehingga apabila dinding anda terhubung secara mekanik kedua sisinya, maka suara akan dengan mudah merambat dari satu sisi ke sisi lainnya. Untuk mengendalikannya tentu saja ada harus memotong hubungan mekanis antara sisi satu dengan sisi yang lain, misalnya dengan dilatasi antar sisi, menyisipkan bahan lain yang memiliki karakter isolasi lebih tinggi (beda Impedansi Akustik atau tahanan akustik), menggunakan studs dengan cara zigzag, dsb. Konduksi ini juga yang seringkali menyumbangkan  problem flangking suara antar ruang. (Itu sebabnya pemberian dekopling/dilatasi pada lantai dan langit-langit juga penting. Sudahkan ruangan theater atau studio anda mempertimbangkan hal diatas?
                                                                                                                                                   

Oleh : Joko Sarwono



MENGENAL APA ITU EFEK SUARA ???                                                                                                                                                                                     


Mengapa kita mendengarkan perbedaan suara antar perangkat speaker dengan perangkat speaker yang lain. Parameter apa yang menjadi penyebabnya?! Apakah amplitudo? frekuensi? distorsi? phase? jarak tiba suara? Atau bahkan gabungannya?!     
Speaker itu sendiri sebagai hasil akhir dari keseluruhan sound system mengemban tugas berat yaitu mengubah sinyal listrik sudah diperkuat oleh power amplifier menjadi energi suara yang kita dengarkan. Salah satu tujuan desain loudspeaker adalah menghasilkan frekuensi seflat mungkin bukan hanya di depan speaker (on axis) melainkan juga secara off axis. Permasalahannya adalah sangat sulit atau bahkan nyaris tidak mungkin kita mendapatkan response Frekuensi ideal karena satu hal penting dan paling berpengaruh yaitu AKUSTIK RUANGAN. Hal ini berlaku secara umum baik di car audio, home audio, dan seterusnya.
Tidak ada speaker sebagus dan sehebat serta semahal apapun akan bersuara optimal jika tidak didukung oleh akustik ruangan yang mendekati ideal. Banyak sekali mobil yang saya dengar dan masuk kategori BAGUS sebenarnya bisa bersuara LUAR BIASA ketika akustik ruangan ditreatment dengan baik
Akustik memiliki berbagai definisi dalam dunia arsitektur akustik dapat berarti penanganan terhadap efek suara yang terjadi pada suatu ruangan tertutup. Namun demikian dalam tulisan ini penulis sengaja membatasi definisinya sebgai ilmu yang mempelajari suara dan cara suara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Untuk benar-benar bisa memahami akustik idealnya orang memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Gelombang Tekanan Suara (Sound Pressure Wave) bagaimana dia bekerja dan bagaimana telinga kita menangkap suara dan bagaimana otak kita menerjemahkan suara tersebut.
 Contohnya apa beda suara, bunyi, nada dan musik?

Suara adalah apapun yang kita dengar dan kita rasakan getarannya. Bunyi adalah suara yang timbul di sekitar kita sedangkan nada adalah tinggi rendahnya bunyi yang terdengar. Musik adalah kumpulan nada yang bersifat harmonis. Nah musik ini akan terdengar lebih indah di ruangan yang akustiknya baik contoh di gedung konser versus di lapangan bola


TIGA HAL YANG PERLU DIPAHAMI TENTANG AKUSTIK:


Room Acoustic


Fungsi dari perilaku suara ketika dihasilkan dalam suatu ruangan tertutup. Gelombang suara berperilaku sangat berbeda ketika berada di suatu ruangan (closed air) contohnya auditorium atau kendaraan kita dibandingkan dengan ruangan terbuka (open air) contoh lapangan sepakbola. Satuan ukurnya disebut sebagai reverberation time dan standarnya disebut sebagai RT60. Ruangan dengan High RT60 akan sangat bergema dan suara sulit diinterprestasikan dengan baik sedangkan Ruangan dengan Low RT60 akan baik untuk mereproduksi suara dan musik. Ingat suara yang kita dengar terdiri atas 
Direct Sound (Suara langsung) yaitu suara yang keluar langsung dari sumbernya contoh : speaker
Early Reflection (Pantulan awal) yaitu suara langsung yang terpantul oleh ruangan sekitar (biasa kita dengar sebagai ambience suara).
Late Reflection (Pantulan akhir) adalah early reflection yang terpantul lagi secara berulang-ulang ampai akhirnya lenyap energinya. Jika terlalu banyak akan menimbulkan gema atau gaung (reverberation and echo) yang menyebabkan clarity suara menurun drastis. Dalam ruangan akustik hal ini sebaiknya dihindari. Itulah sebabnya suatu  speaker  secara  obyektif  ditest  parameternya dalam  ruangan bebas gema (anechoic chamber).                                                                                                       
Di dalam mobil semua faktor akustik pantulan, sebaran, serapan (reflection, diffusion absorbtion) terjadi secara ekstrim untuk itu perlu ditangani secara  khusus!               


Treatment Acoustic                                                                                                                                                                                                                       


Yaitu fungsi dari treatment suara guna menghasilkan efek suara yang diinginkan secara mekanis contohnya penggunaan diffuser, absorbser, bass trap dll. Metode ini sudah diterapkan secara menyeluruh di studio rekaman semenjak tahun 1930an sampai sekarang misalnya oleh Bell Laboratories, Japan Victor Company, Yamaha, Walt Disney, dll dan dilakukan secara konsisten oleh Pabrikan mobil terkemuka seperti Roll Royce, Jaguar, Daimler Chrysler, Mercedez Benz, Aston Martin, Lexus, Infinity dll

Dalam tulisan ini akan lebih banyak membahas tentang hal ini termasuk teknik peredaman yang efektif untuk mengoptimalkan akustik pada mobil. 

Engineered  Acoustic                                                                                                                                                                                                


Yaitu fungsi dari peralatan audio guna menghasilkan efek suara yang diinginkan secara  elektronik                                           


Harap dibedakan antara PEREDAM dan Akustik Treatment.  , Seberapa kuat material ini menyerap suara sedang akustik treatment adalah untuk menyeimbangkan suara agar suara yg diterima pendengar tidak berlebih.
Untuk peredam suara (agar suara tidak bocor ke tetangga) prinsip utama adalah Massa, semakin besar massanya semakin baik dan kedua adalah insulasi atau penyekat, biasanya berupa ruang kosong dengan jarak 16 cm
Untuk akustik treatment, ada 2 macam absorber (penyerapan) dan diffuser (pemecah suara).




BAHAN MATERIAL UNTUK INSTATALASI  SOUND  ABSORBER                                                                                                                              


Bahan Penyerap Suara memiliki tugas penting didalam mengendalikan medan suara didalam ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Bahan penyerap suara ini seringkali disebut sebagai material kedap suara, sebuah istilah yang menurut hemat penulis adalah sebuah istilah yang tidak tepat. Dalam sebuah konsep akustik ruangan, harus dibedakan antara fungsi kedap (sound proofing) dan fungsi pengendalian (sound controling). Dalam kedua fungsi, diperlukan bahan penyerap suara ini.

Ada dua tipe utama bahan penyerap suara, yaitu Bahan Penyerap Suara Berpori (Porous Absorber) dan Bahan Penyerap Suara tipe Resonansi (resonant Absorber). Kedua tipe penyerap suara ini berbeda dalam hal mekanisme penyerapan energi suara.
Bahan berpori seperti karpet, korden, foam, glasswool, rockwool, cellulose fiber, dan material lunak lainnya, menyerap energi suara melalui energi gesekan yang terjadi antara komponen kecepatan gelombang suara dengan permukaan materialnya. Bahan penyerap suara tipe ini akan menyerap energi suara lebih besar di frekuensi tinggi.
Tipikal kurva karakteristik penyerapan energi suaranya sebagai fungsi frekuensi, dapat dilihat pada gambar berikut:                                                                
 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bahan penyerap suara ini akan menyerap energi suara lebih besar pada frekuensi rendah atau menengah, apabila jarak material ke dinding atau ketebalan material bila ditempel langsung ke dinding lebih besar daripada seperempat panjang gelombang yang ingin dikendalikan, sebagai mana terlihat pada kurva berikut:



 



 

 
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bahan penyerap suara tipe resonansi seperti panel kayu tipis, menyerap energi suara dengan cara mengubah energi suara yang datang menjadi getaran, yang kemudian diubah menjadi energi gesek oleh material berpori yang ada di dalamnya (misal oleh udara, atau material berpori). Ini berarti, material tipe ini lebih sensitif terhadap komponen tekanan dari gelombang suara yang datang, sehingga lebih efektif apabila ditempelkan pada dinding. Bahan penyerap tipe ini lebih dominan menyerap energi suara ber frekuensi rendah. Frekuensi resonansi bahan ini ditentukan oleh kerapatan massa dari panel dan kedalaman (tebal) rongga udara dibaliknya .
 Tipikal respon frekuensi bahan penyerap tipe ini adalah sebagai berikut:


 
 
 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tipe lain dari bahan penyerap suara ini adalah apa yang disebut sebagai Resonator Helmholtz. Efektifitas bahan penyerap suara tipe ini ditentukan oleh adanya udara yang terperangkap di “pipa atau leher” diatas bidang berisi udara (bentukan seperti leher botol dsb). Permukaan berlobang menjadi ciri utama resonator yang bekerja pada frekuensi tertentu, tergantung pada ukuran lubang, leher, dan volume ruang udaranya.

Apabila diinginkan sebuah dinding yang memiliki frekuensi kerja yang lebar (rendah, menengah, dan tinggi), maka harus digunakan gabungan ketiga bahan penyerap suara tersebut. Kombinasi antara proses gesekan dari komponen kecepatan gelombang suara dan resonansi dari komponen tekanan gelombang suara, akan membuat kinerja penyerapan energi suara oleh dinding atau partisi besar untuk seluruh daerah frekuensi.
  

                                                                                                                                                                                                                                                                                           Artikel oleh Joko Sarwono                                                                                             
                                                                                                                                         





TIPS MERANCANG HOME THEATER
 

Home theater bukan hanya  soal menonton  film tapi merupakan pengalaman menyatu dalam  aksi film tersebut. Hal ini tak mungkin bisa dilakukan tanpa terciptanya atmosfir dari suara dan efek surround yang bersumber dari penempatan speaker yang tepat.
Sound system home theater setidaknya membutuhkan 5 speaker – depan kiri, kanan dan tengah, dan dua buah surround, speaker keenam  biasa-

nya  disebut subwoofer. Konfigurasi ini  lazimnya disebut  susunan  5.1. Konfigurasi  lain  yang lebih canggih  bisa terdiri  dari enam (6.1) atau

tujuh speaker (7.1) yang bisa menghasilkan  efek yang lebih  penuh dan nyata. Surround sound menggabungkan berbagai efek suara yang diha- silkan oleh sumber yang berbeda dan berasal dari posisi tertentu  di ruangan Anda.Penempatan speaker yang tepat akan  membantu  mencipta-

kan atmosfir yang  diinginkan. Tapi  harap diingat, ada  terlalu banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Speaker yang berbeda memiliki  ka- rakteritik respons yang berbeda juga, sementara  akustik  ruangan  tak

sama di setiap ruangan.Jadi, meskipun Anda mengetahui cara menem- patkan speaker yang tepat,yang paling penting akhirnya adalah bagai- mana suara terdengar di telinga Anda.Speaker Center Langkah  perta-

ma  mempersiapkan  penempatan  speaker home  theater Anda adalah menentukan posisi speaker tengah. Fungsi dari center speaker  sendiri adalah sebagai anchor dari dialog dan suara yang berasal  dari layar lainnya; sehingga biasanya posisinya tergantung pada posisi TV anda Anda.Dengan kata lain,  ketika Anda  sudah  menentukan  tempat  TV,

Anda tak punya banyak pilihan; tinggal mengatur posisi speaker kanan dan kiri agar suara yang berasal dari kedua speaker ini bisa berpadu dengan suara yang berasal dari kanal tengah (center speaker).
 ·Tweeter center speaker harus berada pada ketinggian telinga ketika duduk. Karena itulah sebaiknya ditempatkan di atas pesawat televisi pada setting proyeksi depan.
·Jika ditempatkan langsung di atas atau sedikit di bawah layar televisi, pastikan arah bagian depan speaker sejajar dengan televisi. Hal ini untuk mencegah pantulan suara yang tak diinginkan dari lemari TV Anda.
·Arahkan center speaker langsung ke area pendengaran utama.
·Center speaker harus sama jaraknya dengan posisi dengar pada speaker depan kanan dan kiri. Speaker Depan Kiri dan KananSpeaker Depan Kiri dan  Kanan menyalurkan suara musik dan efek pada sistem home theater. Tugas utamanya adalah memberikan gambaran suara yang fokus dan detail.     Penempatan yang tepat speaker ini penting untuk menciptakan panggung suara yang lebar dan realistik.
·Speaker depan kanan dan kiri harus ditempatkan pada jarak yang sama di samping pesawat televisi. Untuk hasil yang terbaik, kedua speaker ini harus ditempatkan setidaknya terpisah sejauh enam kaki.
·Atur agar ketiga speaker depan utama ini, kanan, kiri dan tengah jaraknya sama jauhnya dari posisi duduk.
·Atur ketinggiannya agar sama dengan ketinggian center speaker. Ketiga tweeter inipun harus mendekati ketinggian telinga ketika duduk, perbedaannya di antara ketiganya tak boleh lebih dari 30 cm. Speaker Surround Berlainan dengan fungsi speaker depan, fungsi speaker surround di home theater adalah untuk menciptakan atmosfir suara yang tak bisa ditentukan asalnya yang menyelubungi penonton. Sehingga penonton benar-benar merasa berada dalam aksi seru film yang ditonton.
·Speaker surround idealnya ditempatkan di belakang tempat duduk penonton.
·Penempatan di dinding samping juga bisa dilakukan, hal ini membantu menciptakan panggung suara di seluruh area dengar penonton. Jika tidak memungkinkan Anda bisa menggunakan sandaran speaker yang sesuai ·Tempatkan speaker sejauh 2 sampai 3 kaki jauhnya di atas ketinggian telinga ketika dalam posisi duduk, hal ini akan membantu menciptakan atmosfir yang diinginkan.
·Bila menggunakan sistem 5.1 dan 7.1, distribusikan posisi speaker surround di dinding samping dan belakang. Hal ini akan semakin meningkatkan efek yang dihasilkan Subwoofer
Menempatkan subwoofer membutuhkan banyak perhatian Anda, karena suara frekuensi rendah datangnya harus tidak secara langsung dari sumber suara untuk bisa menciptakan atmosfir yang diharapkan.Maksudnya, telinga harus tak bisa mendeteksi dari arah mana suara bass berasal. Jika Anda bisa menduga posisi subwoofer ketika mendengar musik atau menonton film, artinya sound level subwoofer Anda terlalu tinggi.Biasanya, subwoofer harus ditempatkan langsung di lantai, namun ada beberapa tips yang bisa membantu Anda meningkatkan respons bass di ruang home theater Anda.
-Suara bass biasanya tergantung pada penempatan subwoofer di dalam ruangan. Menempatkan subwoofer dekat dinding atau di dekat sudut akan semakin meningkatkan respons bass. Hal ini akan membantu sistem yang kurang kuat respons bassnya.
·Namun di pihak lain, penempatan ini juga akan menciptakan suara bass yang tak terkendali. Sehingga posisi idealnya adalah keseimbangan antara jumlah output bass dan kualitas suara bass yang dihasilkan.
·Untuk home theater yang berukuran besar, pendekatan yang terbaik adalah menempatkan dua buah subwoofer, satu di depan dan satu lagi di belakang ruangan. 


MINI CINEMA